Sabtu, 06 Desember 2014

RUTE-RUTE JALAN NASIONAL


Ada 25 RUTE
 RUTE 1
Rute 1 adalah jalan utama di pulau Jawa yang lebih dikenal dengan nama jalur pantura. Jalan ini melewati 5 provinsi sepanjang pantai utara Jawa, yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rute ini menghubungkan dua pelabuhan penyeberangan yaitu Merak di ujung Barat pulau jawa dan Ketapang di ujung Timur pulau Jawa. Merak merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Sumatera sementara Ketapang merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Bali.

Rutenya yaitu MerakCilegon – Serang – TangerangJakarta - Bekasi – Tambun - Cikarang - Karawang – Klari - Kosambi - Dawuan - Cikampek – Sukamandi - Pamanukan – Kandanghaur - Lohbener – Jatibarang - Palimanan – Weru - Cirebon – Losari - Tanjung - Pejagan - Brebes - Tegal – Pemalang - Pekalongan – Batang - Weleri - Kendal - Semarang – Demak - Trengguli - Kudus – Pati - Rembang – Bulu - Tuban – Widang - Babat – Lamongan - Gresik – Surabaya – Waru - Sidoarjo – Porong - Gempol - Bangil - Pasuruan – Nguling - Probolinggo – Paiton - Besuki - Panarukan - Situbondo – Bajulmati - Ketapang


RUTE 2
Rute 2 merupakan jalan nasional yang menghubungkan Jakarta di Utara dengan Cibadak, Sukabumi di Selatan. Rute ini terhubung dengan Nasional 1 Jalan Nasional Rute 1 di Jakarta dan Nasional 3 Jalan Nasional Rute 3 di Cibadak.
Pada Rute ini juga terdapat Jalan Tol yaitu Jalan Tol Jagorawi.

Rutenya yaitu Jakarta - Bogor - Ciawi - Benda - Cicurug - Parungkuda - Cibadak


RUTE 3
Jalan Nasional Rute 3 adalah jalan arteri nasional yang menghubungkan Cilegon dengan Ketapang. Jalan Rute 3 biasa disebut jalur selatan jawa karena melintasi kota-kota di wilayah selatan jawa. Rute ini melewati lima provinsi : Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.
Selain jalan arteri, di rute ini juga terdapat jalan tol antara lain:
1.      Jalan Tol Cikampek-Palimanan.
2.      Jalan Tol Palimanan-Kanci.
3.      Jalan Tol CIkampek-Purwakarta-Padalarang.
4.      Jalan Tol Padalarang-Cileunyi.


RUTE 4
Jalan Nasional Rute 4 adalah Jalan Nasional yang terbentang dari Cikampek sampai Bandung tepatnya di Padalarang. Jalan ini merupakan jalan utama untuk lalu lintas jalan Bandung-Jakarta. Pada Rute ini terdapat sebuah Jalan Tol yaitu Jalan Tol Cipularang.

Rutenya yaitu Cikampek - Cikopo - Sadang - Purwakarta - Plered - Cikalongwetan - Padalarang


RUTE 5
Jalan Nasional Rute 5 merupakan jalan utama yang menghubungkan Bandung tepat di Cileunyi dengan Cirebon tepatnya di Palimanan.

Rutenya yaitu Cileunyi - Jatinangor - Sumedang - Cijelag - Kadipaten - Jatiwangi – Palimanan


RUTE 6
Jalan Nasional Rute 6 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Tegal di utara dengan Cilacap. Jalan ini menjadi rute utama lalu lintas dari jalur pantura menuju wilayah tengah dan selatan jawa tengah.

Rutenya yaitu Tegal - Slawi - Prupuk - Bumiayu - Ajibarang - Wangon Gumilir – Cilacap


RUTE 7
Jalan Nasional Rute 7 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Lohbener di barat dengan Cirebon di timur. Rute ini berbeda dengan Rute 1 yang juga menghubungkan Lohbener dengan Cirebon. Pada Rute ini tidak melewati pantura melainkan melewati kota Indramayu.

Rutenya yaitu Indramayu - Karangampel - Gunungjati - Cirebon


RUTE 8
Jalan Nasional Rute 8 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Purwokerto di utara dengan Gumilir di selatan.Rute ini juga melewati sebagian jalur Nasional 3 Rute 3 yaitu antara Rawalo dan Sampang.

Rutenya yaitu Purwokerto - Patikraja - Rawalo - Nasional 3 Rute 3 - Sampang - Maos - Kesugihan - Slarang – Gumilir


RUTE 9
Jalan Nasional Rute 9 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Ajibarang di barat dengan Secang di timur. Rute ini merupakan rute tengah yang melewati pegunungan dieng.

Rutenya yaitu Ajibarang - Purwokerto - Sokaraja - Kaliori - Banyumas - Klampok - Banjarnegara - Selokromo - Wonosobo - Krektek - Parakan - Pertigaan Bulu - Kedu - Temanggung - Kranggan – Secang


RUTE 10
Jalan Nasional Rute 10 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Banyumas di utara dengan Buntu di selatan. Rute ini merupakan rute yang menghubungkan (Nasional 9) Jalan Nasional Rute 9 dengan (Nasional 3) Jalan Nasional Rute 3

Rutenya yaitu Banyumas - Buntu


RUTE 11
Jalan Nasional Rute 11 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Simpang Labuhan di barat dengan Cianjur di timur. Rute ini melewati wilayah tengah Banten, jalan ini menjadi akses utama selain Jalan Nasional Rute 3 untuk transportasi dari Banten menuju Bandung. Pada jalur Bogor - Ciawi, rute ini juga menggunakan jalan yang sama dengan Jalan Nasional Rute 2.

Rutenya yaitu Simpang Labuhan - Saketi - Pandeglang - Rangkasbitung - Cigelung - Jasinga - Leuwiliang - Bogor - Ciawi - Cisarua - Cipanas - Puncak - Cianjur


RUTE 12
Jalan Nasional Rute 12 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Jakarta di utara dengan Bogor di selatan. Rute ini merupakan rute selain Jalan Nasional Rute 2 yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor. Rute ini menghubungkan Jakarta menuju Bogor melewati Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Rutenya yaitu Jakarta - Ciputat - Sawangan - Parung - Kemang - Bogor


RUTE 13
Jalan Nasional Rute 13 adalah jalan utama di pulau jawa yang sejajar dengan Jalan Nasional Rute 1 pada Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono yang menghubungkan Tanjung Priok dengan Cawang.

Rutenya yaitu Tanjung Priok - Sunter - Kelapa Gading - Cempaka Putih - Jatinegara – Cawang


RUTE 14
Jalan Nasional Rute 14 adalah jalan arteri nasional di dari Semarang di Utara dan berakhir di Kota Yogyakarta di Selatan. Jalan ini melintasi pegunungan Merapi dan Merbabu di Timur dan Sungai Sumbing di Barat.

Rutenya yaitu Semarang – Ungaran – Bawen – Pringsurat – Secang – Magelang – Keprekan - Muntilan – Salam - Sleman – Yogyakarta


RUTE 15
Jalan Nasional Rute 15 adalah jalan utama di pulau Jawa yang melewati 3 provinsi, yaitu Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Rutenya yaitu Yogyakarta – Prambanan – Klaten – Kartosuro – Surakarta - Palur – Sragen - Mantingan - Ngawi – Caruban - Nganjuk - Kertosono - Jombang – Mojokerto - Mlirip – By Pass Krian - Taman – Waru


RUTE 16
Jalan Nasional Rute 16 adalah jalan nasional di pulau Jawa yang menghubungkan Bawen di utara menuju Kartosuro di selatan. Jalan ini merupakan jalan penghubung utama Semarang - Solo. Jalan ini juga sejajar dengan rencana Jalan Tol Semarang-Solo seksi 3, 4 ,dan 5.

Rutenya yaitu Bawen – Salatiga – Boyolali – Kartosuro


RUTE 17
Jalan Nasional Rute 17 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Tuban dengan Gresik.

Rutenya yaitu Tuban – Paciran – Sedayu – Gresik


RUTE 18
Jalan Nasional Rute 18 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Kota Banjar dengan Pangandaran


Rutenya yaitu Banjar – Kalipucang – Pangandaran


RUTE 19
Jalan Nasional Rute 19 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Merak dengan Serdang, Serang menyusuri pantai utara Banten.

Rutenya yaitu Merak – Suralaya – Bojonegara – Serdang


RUTE 20
Jalan Nasional Rute 20 adalah jalan arteri nasional di Jawa Timur. Jalan ini melintasi empat kabupaten.


Rutenya yaitu Babat – Bojonegoro – Cepu - Padangan – Ngawi – Maospati – Madiun – Caruban


RUTE 21
Jalan Nasional Rute 21 adalah jalan utama di pulau Madura, Jawa Timur.

Rutenya yaitu Kamal – Bangkalan – Torjun – Sampang – Pamekasan - Sumenep – Kalianget



RUTE 22
Jalan Nasional Rute 22 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Kertosono dengan Tulungagung

Rutenya yaitu Kertosono - Kediri – Ngantru – Tulungagung


RUTE 23
Jalan Nasional Rute 23 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Gempol dengan Kepanjen. Jalan ini juga sejajar dengan Jalan Tol Gempol-Pandaan yang akan dioperasikan oleh PT Jasa Marga Pandaan Tol.

Rutenya yaitu Gempol – Pandaan – Purwosari – Purwodadi – Lawang - Singosari – Malang – Kepanjen


RUTE 24
Jalan Nasional Rute 24 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Mojokerto dengan Gempol

Rutenya yaitu Mojokerto - Mojosari – Gempol


RUTE 25
Jalan Nasional Rute 25 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Probolinggo dengan Wonorejo.


Rutenya yaitu Probolinggo - Ranuyoso - Klakah - Grobogan – Wonorejo





BY : StalkerAlay

Senin, 01 Desember 2014

Kata Imbuhan

PENGERTIAN
Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan. Imbuhan (afiks) adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentuk suatu kata. Hasil dari proses pengimbuhan ini yang disebut kata berimbuhan.

BENTUK-BENTUK IMBUHAN
·        Awalan (Prefiks)
Contoh: me(N)- ; ber- ; di- ; ter- ; pe(N)- ; per- ; se- ; ke-
·        Sisipan (Infiks)
Contoh: -el- ; -em- ; -er- ; -in-
·        Akhiran (Sufiks)
Contoh: -kan ; -an ; -i ; -nya
·        Konfiks
Imbuhan yang berupa awalan dan akhiran yang digunakan sekaligus.
Contoh: ke-an ; per-an ; pe(N)-an ; me(N)-kan ; ber-an ; se-nya

Di samping itu, dikenal pula imbuhan yang diserap dari bahasa asing, yaitu: -i ; -man ; -wan ; -wati ; -iyah ; - is ; -sasi ; -isme

FUNGSI IMBUHAN
Pemakaian imbuhan dapat mengubah kelas kata. Kata benda misalnya, setelah diberi imbuhan bisa menjadi kata kerja, kata sifat, atau kata lainnya.

Contoh:
  • batu (benda) -> membatu (sifat)
  • indah (sifat) -> seindah-indahnya (keterangan)
  • mandi (kerja) -> pemandian (benda)

Fungsi imbuhan:
·        Membentuk kata benda
pe(N)- ; ke- ; -isme ; -wan ; -wati ; -sasi ; -tas ; per-an ; ke-an ; pe(N)-an ; pe- ; pe-an ; -an ; per-
Contoh: penyapu, pelaut, pertapa, ketua, nasionalisme, wartawan, organisasi, fakultas, perairan, lautan, kelautan, dll.

·        Membentuk kata kerja
me(N)- ; ber- ; per- ; ter- ; di- ; -kan ; -i ; me(N)-kan ; me(N)-i ; ber-an ; ter-kan ; di-kan ; di-i
Contoh: melaut, berlayar, perbudak, terlihat, diminum, bawakan, lempari, mengertingkan, menaiki, bertebaran, termanfaatkan, dilayari, dll.

·        Membentuk kata sifat
-i ; -wi ; -iyah ; -is
Contoh: insani, duniawi, alamiah, humoris, dll.

·        Membentuk kata keterangan
se-nya ; -nya ; -an
Contoh: sepertinya, habis-habisan, seindah-indahnya, dll.

·        Membentuk kata bilangan
se- ; ke-
Contoh: sebelas, seratus, kedua, kelima, dll.

PENGGUNAAN IMBUHAN

Awalan me(N)-
Pemakaian imbuhan ini bervariasi: mem- ; men- ; meny- ; meng- ; menge-
Contoh: melapor, menyanyi, menghibur, mengecat, mencari, menangis, menyapu, dll.

Perubahan bentuk me(N)- dipengaruhi oleh fonem awal dari setiap kata dasar yang diikutinya.

VARIASI me(N)-
FONEM AWAL
CONTOH
mem-
/b/
/f/
/p/
/v/
membaca
memfitnah
memukul
memvonis
men-
/c/
/d/
/j/
/t/
mencoret
mendorong
menjual
menulis
meny-
/s/
menyapu
meng-
/a/
/e/
/i/
/o/
/u/
/g/
/h/
/k/
mengambil
mengembun
mengisap
mengoles
mengubah
menggunting
menghafal
mengubur
menge-
kata dasar yang dibetuk oleh satu suku kata
mengecat
mengebom
me-
/l/
/m/
/n/
/r/
/w/
melambai
memuai
menilai
merusak
mewarnai

Dari contoh di atas, ada yang fonem awalnya luluh dan ada yang tidak. Fonem awal suatu kata akan luluh bila diberi imbuhan me(N)- dan fonem awalnya berupa /k/ /t/ /s/ /p/.

Contoh:
·        me + kejar -> mengejar
·        me + sapu -> menyapu
·        me + tulis -> menulis
·        me + pukul -> memukul

Makna awalan me(N)-:
·        Melakukan perbuatan atau tindakan
Contoh: mengambil, mengejar, menulis, dll.
·        Melakukan perbuatan dengan alat
Contoh: menyapu, menggunting, mencangkul, dll.
·        Menjadi atau dalam keadaan
Contoh: mengeras, mencair, membesar, dll.
·        Membuat kesan
Contoh: mengalah, membisu, mematung, dll.
·        Menuju ke
Contoh: melaut, menepi, mendarat, dll.
·        Mencari
Contoh: merumput, merotan, mendamar, dll.

Awalan ber-
Pemakaian awalan ber- memiliki kaidah sebagai berikut:
·       Apabila kata dasar berhuruf awalan /r/ dan beberapa kata dasar yang suku kata pertamanya berakhir huruf /er/, bentuk awalan berubah menjadi be-
Contoh:
·        ber + rambut -> berambut
·        ber + kerja -> bekerja
·        Apabila bertemu kata dasar ajar, berubah menjadi bel- (belajar).
·        Apabila diikuti kata dasar selain yang disebutkan di atas, ber- tetap tanpa perubahan.
Contoh:
·        ber + balik -> berbalik
·        ber + tebar -> bertebar

Makna awalan ber-:
·        Memunyai
Contoh: berkumis, berambut, berbulu, dll.
·        Memakai, menggunakan, atau mengendarai
Contoh: berkuda, berkacamata, bermotor, dll.
·        Mengeluarkan
Contoh: beranak, bertelur, berkata, berkeringat, bernapas, dll.
·        Menyatakan sikap mental
Contoh: berbahagia, bersedih, berhati-hati, bersuka cita, dll.
·        Dalam jumlah
Contoh: berdua, bertiga, berempat, dll.

Awalan di-
Bermakna suatu perbuatan yang pasif. Sebagai kebalikan dari awalan me(N)- yang bermakna aktif.
Contoh:
·        di + baca -> dibaca
·        di + tulis -> ditulis
·        di + sapu -> disapu
·        di + kawal -> dikawal

Awalan ter-
Hampir sama dengan awalan di- yang berfungsi membentuk kata kerja pasif.
Contoh: terbakar, tertendang, terbalik, dll.

Di samping itu, imbuhan ter- ada yang termasuk golongan kata sifat.
Contoh: tertinggi, terendah, terpandai, tercantik, dll.

Awalan ter- memiliki dua variasi bentuk, yaitu ter- dan te. Variasi te- terjadi pada kata dasar berawalan fonem /r/.
Contoh:
·        ter + rajin -> terajin
·        ter + ramah -> teramah
·        ter + rakus -> terakus

Makna awalan ter-:
·        Sudah di- atau dapat di-
Contoh: terbuka, tertutup, terkunci, dll.
·        Ketidaksengajaan
Contoh: terinjak, terbakar, tertendang, dll.
·        Tiba-tiba
Contoh: terkejut, teringat, terjatuh, dll.
·        Dapat atau kemungkinan
Contoh: ternilai, terbagus, terbakar, dll.
·        Paling (superlatif)
Contoh: terajin, terendah, tercantik, dll.

Awalan pe(N)-
Pemakaian awalan ini hampir sama variasinya yang berlaku pada awalan me(N)- yang telah dibicarakan sebelumnya.

VARIASI pe(N)-
FONEM AWAL
CONTOH
pem-
/b/
/f/
/p/
/v/
pembaca
pemfitnah
pemukul
pemvonis
pen-
/c/
/d/
/j/
/t/
/z/
pencoret
pendorong
penjual
penulis
penzikir
peny-
/s/
penyapu
peng-
/a/
/e/
/i/
/o/
/u/
/g/
/h/
/k/
pengambil
pengembun
pengisap
pengoles
pengubah
penggunting
pengharum
pengubur
penge-
kata dasar yang dibetuk oleh satu suku kata
pengecat
pengebom
pe-
/l/
/m/
/n/
/r/
/w/
pelambai
pemuai
penilai
perusak
pewarna

Makna awalan pe(N)-:
·        Menyatakan yang melakukan perbuatan.
Contoh: pembunuh, penyapu, pengebom, dll.
·        Menyatakan pekerjaan.
Contoh: pedagang, penjual, peternak, petani, dll.
·        Menyatakan alat.
Contoh: pemotong, penghapus, penggaris, dll.
·        Menyatakan memiliki sifat.
Contoh: pemalas, pemarah, pemaaf, pemberi, dll.
·        Menyatakan penyebab.
Contoh: pengeras, pencari, pendingin, pemanas, dll.

Awalan per-
Umumnya tidak dapat digunakan secara mandiri. Pemakaian awalan ini membutuhkan imbuhan lain, seperti –kan, dan –an.
Contoh:
·        per-kan + timbang -> pertimbangkan
·        per-an + usaha -> perusahaan

Secara umum, awalan per- bermakna kausatif (membuat jadi).
Contoh: perbesar, perkecil

Awalan se-
Makna awalan se-:
·        Menyatakan satu
Contoh: seekor, selembar, setangkai, dll.
·        Menyatakan seluruh
Contoh: sekecamatan, sekabupaten, dll.
·        Menyatakan sama
Contoh: sesama, setingkat, sedarah, dll.
·        Menyatakan setelah
Contoh: sesudah, sepulang, sekembalinya, dll.

Awalan ke-
Makna awalan ke-:
·        Menyatakan kumpulan yang terdiri dari jumlah
Contoh: kesebelasan
·        Menyatakan urutan
Contoh: kedua

Akhiran –kan dan –i
Sama-sama berfungsi membentuk pokok kata.
Contoh: bacakan, belikan, ajari, hindari

Kata-kata tersebut dikatakan sebagai pokok kata, bukan kata mandiri karena masih memrlukan imbuhan lain untuk melengkapinya. Kata-kata berimbuhan –kan dan –i belum bisa digunakan sebagai kata yang mandiri. Kata-kata seperti contoh di atas tidak boleh dipakai dalam kalimat normal. Kita tak mungkin menggunakan kalimat:
·        Saya bacakan buku Bahasa Indonesia. (?)
·        Dia ajari saya membacakan puisi. (?)

Hanya dengan kalimat perintah yang bisa digunakan.
Contoh:
·        Coba kamu bacakan buku ini!
·        Tolong ajari dia membaca puisi!

Dengan tambahan awalan me(N)- ; di- ; ter- pokok kata itu dapat membentuk sebuah kata.

Makna akhiran –kan:
·        Menyatakan perbuatan untuk orang lain.
Contoh: membacakan, membawakan, dll.
·        Membuat jadi.
Contoh: memanjangkan, mematahkan, dll.
·        Tidak sengaja.
Contoh: termanfaatkan, dll.
·        Pengantar objek sebagai kata depan.
Contoh: dibuatkan minuman, memasakkan makanan, dll.

Makna akhiran –i:
·        Menyatakan perbuatan yang berulang-ulang.
Contoh: memukuli, mencomoti, dll.
·        Memberi, membumbui.
Contoh: menandatangani, membumbui, dll.
·        Menghilangkan.
Contoh: menguliti, membului, dll.

Akhiran –an
Makna akhiran –an:
·        Menyatakan tempat.
Contoh: pangkalan, kubangan, dll.
·        Menyatakan alat.
Contoh: ayunan, perosotan, timbangan, dll.
·        Menyatakan hal atau cara.
Contoh: didikan, pimpinan, dll.
·        Menyatakan akibat, hasil perbuatan.
Contoh: pembunuhan, hukuman, balasan, dll.
·        Menyatakan sesuatu yang di.
Contoh: tulisan, catatan, suruhan, dll.
·        Menyatakan kumpulan, seluruh.
Contoh: daratan, perairan, kepulauan, sayuran, dll.
·        Menyatakan menyerupai.
Contoh: mobil-mobilan, rumah-rumahan, dll.
·        Menyatakan tiap-tiap.
Contoh: harian, mingguan, bulanan, tahunan, dll.
·        Menyatakan memunyai sifat.
Contoh: asinan, kuningan, dll.

Akhiran –man, –wan, dan –wati
Merupakan contoh imbuhan serapan dari bahasa asing, ketiganya berasal dari Bahasa Sansekerta. Berfungsi membentuk kata benda.

Makna ketiga imbuhan ini:
·        Menyatakan orang yang ahli.
Contoh: ilmuwan, negarawan, dll.
·        Menyatakan orang yang memiliki pekerjaan.
Contoh: usahawati, karyawan, wartawan, dll.
·        Menyatakan orang yang memiliki sifat.
Contoh: budiman, rupawan, darmawan, dll.

Akhiran –i, –wi, –is, dan –iyah
Keempat bentuk ahiran ini hasil serapan. Akhiran –i berasal dari Bahasa Inggris, sedangkan –iyah, –is, dan –wi berasal dari Bahasa Arab. Berfungsi membentuk kata sifat. Makna yang dikandungnya pun menyatakan memiliki sifat.
Contoh: alami, manusiawi, alamiah, anarkis, agamis, insani, humoris, dll.

Akhiran –isme, dan –isasi
Merupakan imbuhan serapan. Mulanya pemakaian imbuhan ini sangat terbatas pada kata-kata tertentu, seperti liberalisme dan wasterisasi.

Pemakaiannya tidak hanya pada kata dasar dari Bahasa Inggris atau Belanda. Kata-kata Indonesia asli pun banyak memakai imbuhan ini, seperti bapakisme, Indonesialisasi.

Makna akhiran –isme, dan –isasi:
·        Bermakna paham atau ajaran.
Contoh: komunisme, liberalisme, animisme, dll.
·        Bermakna proses atau menjadikan sesuatu.
Contoh: labelisasi, globalisasi, swastanisasi, dll.

Konfiks me(N)-kan
Memiliki beberapa variasi, yakni: me-kan, men-kan, meng-kan, mem-kan, meny-kan, dan menge-kan. Variasi-variasi di atas ditentukan dengan fonem kata awal yang mengikutinya.

Makna konfiks me(N)-kan:
·        Melakukan pekerjaan untuk orang lain.
Contoh: Adik memesankan ibu baju baru.
·        Menyebabkan atau membuat jadi.
Contoh: Ledakan itu sanggup memecahkan kaca jendela.
·        Melakukan perbuatan.
Contoh: Petugas menyemprotkan air pada bangunan itu.
·        Mengarahkan.
Contoh: Pemilik toko itu meminggirkan barang dagangannya ke tempat aman.
·        Memasukkan.
Contoh: Polisi memenjarakan maling itu.

Konfiks ber-an
Makna konfiks ber-an:
·        Jumlah pelakunya banyak.
Contoh: bersamaan, berdatangan, berjatuhan, dll.
·        Perbuatan yang diulang-ulang.
Contoh: bergulingan, berlompatan, dll.
·        Hubungan antara dua pihak.
Contoh: berpelukan, berpasangan, bergandengan, bersalaman, dll.
·        Timbal balik (respirok).
Contoh: bersahutan, berbalasan, bersalaman, dll.

Konfiks pe-an
Makna konfiks pe-an:
·        Menyatakan hal yang berhubungan dengan.
Contoh: penanaman, pendidikan, dll.
·        Menyatakan proses atau perbuatan.
Contoh: pemberontakan, pendaftaran, dll.
·        Menyatakan hasil.
Contoh: pengakuan, penyamaran, dll.
·        Menyatakan alat.
Contoh: perabaan, penciuman, dll.
·        Menyatakan tempat.
Contoh: penampungan, pemandian, dll.

Konfiks per-an
Makna konfiks per-an:
·        Menyatakan tempat.
Contoh: perhentian, percetakan, dll.
·        Menyatakan daerah.
Contoh: perkebunan, pertanian, perkotaan, dll.
·        Menyatakan hasil perbuatan.
Contoh: pernyataan, pertahanan, dll.
·        Menyatakan perihal.
Contoh: perbukuan, peristilahan, dll.
·        Menyatakan berbagai-bagai, banyak.
Contoh: peralatan, perlengkapan, persyaratan, dll.

Konfiks ke-an
Imbuhan ini memiliki dua fungsi, yaitu: membentuk kata benda (kebenaran, keikhlasan), dan membentuk kata kerja (kecurian, kehilangan).

Makna konfiks ke-an:
·        Menyatakan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi.
Contoh: keserakahan, kebenaran, kemarahan, kekerasan, dll.
·        Menyatakan tempat atau daerah.
Contoh: kecamatan, kelurahan, dll.
·        Menyatakan menderita sesuatu hal atau kena.
Contoh: kehujanan, kecolongan, kehilangan, dll.
·        Menyatakan suatu perbuatan yang tidak sengaja.
Contoh: kelupaan, ketiduran, keguguran, dll.
·        Menyatakan terlalu.
Contoh: kekecilan, kegemukan, kemahalan, dll.
·        Menyatakan menyerupai.
Contoh: keibuan, kekuningan, kecoklatan, dll.

Konfiks se-nya
Umumnya berkombinasi dengan kata ulang. Berfungsi membentuk kata keterangan.
Contoh:
·        se-nya + putih -> seputih-putihnya
·        se-nya + pendek -> sependek-pendeknya

Konfiks se-nya umumnya menyatakan superlatif atau tingkat yang paling tinggi yang dapat dicapai.
Contoh:
·        seputih-putihnya (seputih mungkin)
·        sependek-pendeknya (sependek mungkin)





BY : StalkerAlay

Senin, 24 November 2014

Teks Ulasan "Marmut Merah Jambu"

Marmut Merah Jambu

Teks Ulasan :

Perpaduan Komedi dan Romantika pada Film Marmut Merah Jambu
          Film marmut merah jambu adalah film ke empat karya Raditya Dika yang diambil dari buku kelima Raditya Dika yang berjudul marmut merah jambu. Namun hanya 3 bab dari buku tersebut, yaitu: bagian orang yang jatuh cinta diam-diam, pertemuan pertama dengan ina mangunkusumo, dan misteri surat kaleng ketua OSIS

          Marmut merah jambu ini berkisah tentang Dika (Raditya Dika) yang menceritakan kisah cinta pertamanya  ketika masa SMA, dengan perempuan bernama Ina Mangunkusumo. Selain itu dikisahkan pula saat Dika dan sahabatnya bertus yang membentuk grup detektif untuk memecahkan masalah teman-temanya yang aneh, dan juga persahabatannya dengan Cindy

          Suatu hari pada saat dika (Raditya Dika)sudah dewasa dia datang kerumah Ina (Anjani Dina), cinta pertamanya sewaktu SMA, dengan membawa seribu origami burung bangau di tangan kanannya dan undangan pernikahan ina di tangan kirinya. Besok, ina akan menikah. Kedatangan dika diterima oleh bapaknya ina(Tio Pakusadewo) yang curiga kedatangan dika untuk kasus cinta lama yang belum selesai dan berfikir bahwa dika ingin menggagalkan pernikahan anaknya. Dika menceritakan maksud yang sebenarnya, yang jauh dari tuduhan Bapak Ina.

          Selanjutnya dia bercerita kepada Bapak Ina, kita dapat melihat masa lalu Dika (Christoffer Nelwan) pada masa SMA dia berteman akrab dengan Bertus (Julian Liberty). Pada masa ini Dika jatuh cinta diam-diam kepada Ina. Baik Dika maupun Bertus sama-sama sadar, untuk mendapatkan cewek di sekolah, mereka harus populer, untuk itu Dika dan Bertus membuat grup detektif bersama Cindy (Sonya Pandarmawan), mereka menyelesaikan kasus-kasus aneh yang terjadi di sekolahnya. Semakin banyak kasus yang mereka selesaikan oleh grup detektif ngawur ini, semakin dekat dika dengan tujuannya. Seiring dia cerita, seiring itu pula dia sadar ada yang belum selesai dari masalalunya. Seiring itu pula dia bertanya benarkah cinta pertama tidak akan kemana-mana?

          Film ini sangat unik karena produser dari film ini (Raditya Dika) ikut berperan difilm yang di produserinya, film ini berisi tentang komedi dan romantika tetapi yang lebih menonjol adalah komedinya. Kurangnya dari film ini adalah tidak ada pengakhiran yang jelas, tetapi film ini sudah banyak menarik minat masyarakat untuk menonton film ini karena perpaduan antara komedi dan romantika yang dikemas apik. Itulah khas film-film yang dibuat oleh Raditya Dika.

          Dengan melihat hal-hal yang diulas tadi, bahwa film ini tidak cocok untuk ditonton anak kecil, karena pada film ini berisi tentang anak SMA yang sedang mencari pacar. Tetapi jika ditonton oleh anak remaja film ini ada sisi baiknya karena terdapat adegan persahabatan yang baik untuk dicontoh.








BY : StalkerAlay & Muhammad Tegar Hafizh